Nabi Isa dalam Islam menempati kedudukan yang sangat mulia sebagai salah satu nabi dan rasul Allah. Namun, perbedaan pandangan antara Islam dan Kristen mengenai sosok Nabi Isa sering menimbulkan kesalahpahaman, terutama terkait konsep ketuhanan. Dalam Islam, Nabi Isa dihormati sebagai manusia pilihan yang diutus untuk menyampaikan risalah tauhid, bukan sebagai Tuhan atau anak Tuhan.

Pemahaman ini menjadi dasar penting dalam ajaran Islam untuk menjaga kemurnian akidah dan menjelaskan posisi Nabi Isa secara proporsional sesuai wahyu Allah.

Baca juga : Perkembangan Sejarah Mekkah sebagai Pusat Ibadah Haji dan Peradaban Islam

https://nragrup.co.id/islampedia/nabi-isa-dalam-islam-meluruskan-kesalahpahaman-kristen-tentang-ketuhanan/

Ilustrasi perbedaan pandangan Islam dan Kristen tentang Nabi Isa

Kedudukan Nabi Isa AS dalam Islam

Nabi Isa AS adalah salah satu nabi besar yang diutus kepada Bani Israil. Islam meyakini bahwa beliau lahir melalui mukjizat tanpa ayah atas kehendak Allah. Kelahiran ini sering disalahartikan sebagai bukti ketuhanan, padahal dalam Islam hal tersebut justru menunjukkan kekuasaan Allah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Sebagaimana nabi-nabi lainnya, Nabi Isa memiliki tugas utama untuk mengajak manusia menyembah Allah dan menjauhi kesyirikan.

Baca juga : Restorasi Masjid Nabawi oleh Sultan Utsmani

Isa Bukan Tuhan dalam Ajaran Islam

Konsep utama dalam Islam adalah tauhid, yaitu mengesakan Allah. Oleh karena itu, Isa bukan Tuhan menurut ajaran Islam. Nabi Isa adalah manusia yang makan, minum, berdoa, dan menjalankan kehidupan sebagaimana manusia lainnya. Semua mukjizat yang dilakukan Nabi Isa terjadi atas izin Allah, bukan karena kekuatan ilahi dalam dirinya.

Pandangan ini menjadi pembeda mendasar antara Islam dan Kristen dalam memahami sosok Isa.

Baca juga : Penjaga Kubah Hijau: Sejarah Pelayanan Turki untuk Masjid Nabawi

Pandangan Islam tentang Nabi Isa

Pandangan Islam tentang Nabi Isa menegaskan bahwa beliau adalah rasul Allah yang membawa kitab Injil sebagai petunjuk bagi kaumnya. Islam juga mengajarkan bahwa Nabi Isa mengajarkan tauhid dan tidak pernah mengklaim dirinya sebagai Tuhan atau bagian dari ketuhanan.

Ajaran Nabi Isa dalam Islam selaras dengan misi para nabi sebelumnya, yaitu menyeru manusia untuk menyembah Allah semata.

Baca juga : Warisan Seni Kaligrafi Turki pada Masjid Nabawi

Nabi Isa dalam Al-Qur’an

Keberadaan Nabi Isa dalam Al-Qur’an disebutkan dalam banyak ayat dengan penuh penghormatan. Al-Qur’an menjelaskan kisah kelahiran Nabi Isa, mukjizat-mukjizatnya, serta perjuangannya dalam berdakwah. Al-Qur’an juga dengan tegas menolak konsep ketuhanan Nabi Isa dan menegaskan bahwa beliau adalah hamba dan utusan Allah.

Penjelasan ini menjadi rujukan utama umat Islam dalam memahami posisi Nabi Isa secara benar.

Baca juga : Studi Geopolitik: Peran Turki dalam Melindungi Jalur Haji ke Madinah

Kesalahpahaman Kristen tentang Isa

Salah satu perbedaan utama terletak pada kesalahpahaman Kristen tentang Isa, khususnya terkait konsep trinitas dan ketuhanan Yesus. Dalam Islam, konsep tersebut tidak sejalan dengan ajaran tauhid. Islam menilai bahwa penyandaran sifat ketuhanan kepada Nabi Isa merupakan penyimpangan dari ajaran para nabi terdahulu.

Meski berbeda pandangan, Islam tetap mengajarkan sikap toleran dan dialog yang santun dalam menyikapi perbedaan keyakinan.

Baca juga : Peran Kaum Anshar dan Muhajirin dalam Pembangunan Kota Madinah

Isa Al-Masih dalam Islam

Dalam Islam, Isa Al-Masih dalam Islam memiliki makna sebagai seorang yang diberi kedudukan mulia dan diutus untuk membawa kebenaran. Gelar Al-Masih tidak dimaknai sebagai Tuhan, melainkan sebagai tanda kehormatan dan misi kenabian.

Islam juga meyakini bahwa Nabi Isa tidak disalib, melainkan diselamatkan oleh Allah, dan akan kembali di akhir zaman sebagai bagian dari tanda-tanda besar hari kiamat.

Baca juga : Transformasi Masjid Nabawi: Jejak Arsitektur Islam Madinah dari Abad ke Abad

Ajaran Tauhid tentang Nabi Isa

Ajaran tauhid tentang Nabi Isa menegaskan bahwa hanya Allah yang berhak disembah. Nabi Isa, sebagaimana nabi lainnya, adalah hamba Allah yang taat dan tunduk kepada perintah-Nya. Dengan memahami tauhid, umat Islam menjaga kemurnian akidah dan menghindari pengultusan manusia.

Pemahaman ini penting agar umat Islam tidak terjebak dalam kesalahpahaman teologis dan tetap berpegang teguh pada ajaran Al-Qur’an dan sunnah.

Baca juga : Masjid Jawatha, Masjid Tanpa Kubah di Arab Saudi.

https://nragrup.co.id/islampedia/nabi-isa-dalam-islam-meluruskan-kesalahpahaman-kristen-tentang-ketuhanan/

Gambaran kesalahpahaman konsep ketuhanan Nabi Isa

Pentingnya Meluruskan Pemahaman tentang Nabi Isa

Meluruskan pemahaman mengenai Nabi Isa dalam Islam bukan bertujuan untuk merendahkan keyakinan lain, melainkan untuk menjelaskan ajaran Islam secara benar. Dengan pemahaman yang tepat, umat Islam dapat berdialog dengan bijak, menjaga toleransi, dan memperkuat keimanan berdasarkan ajaran tauhid.

Pemahaman yang benar tentang Nabi Isa juga membantu umat Islam menghormati beliau sebagai nabi besar tanpa melampaui batas yang ditetapkan Allah.