Keluarga Utsman bin Affan berasal dari kalangan bangsawan Quraisy. Ayahnya bernama Affan bin Abi al-Ash, sedangkan ibunya adalah Arwa binti Kurayz.
Dalam kehidupan rumah tangga, Utsman menikahi beberapa wanita, di antaranya:
Ruqayyah binti Muhammad (putri Nabi Muhammad SAW)
Ummu Kultsum binti Muhammad (putri Nabi Muhammad SAW, setelah Ruqayyah wafat)
Na’ilah binti al-Farafishah
Fatimah binti al-Walid
Ummu Amr binti Jundub
Ummul Banin binti Unaib
Fakhitah binti Ghazwan
Karena menikahi dua putri Nabi Muhammad SAW secara bergantian, Utsman mendapat julukan Dzunnurain (pemilik dua cahaya).
Tempat Lahir Utsman bin Affan
Utsman lahir di Tha’if, sebuah kota di Jazirah Arab yang terkenal sebagai pusat perdagangan dan pertanian. Lingkungan ini membentuk karakter Utsman sebagai pedagang ulung yang kelak menjadi salah satu orang terkaya di Makkah.
Utsman bin Affan lahir sekitar tahun 574–576 M dan wafat pada tahun 656 M. Dengan demikian, usia dan umur Utsman bin Affan saat wafat adalah sekitar 80–82 tahun.
Utsman wafat pada 17 Juni 656 M (17 Dzulqaidah 35 H) di Madinah. Ia dibunuh oleh sekelompok pemberontak yang mengepung rumahnya selama beberapa hari. Peristiwa ini dikenal sebagai salah satu tragedi besar dalam sejarah Islam, yang kemudian memicu fitnah kubra (perpecahan besar) di kalangan umat Islam.
Jenazahnya dimakamkan di Jannatul Baqi, Madinah, sebuah pemakaman yang juga menjadi tempat peristirahatan banyak sahabat Nabi.
Kepemimpinan Utsman bin Affan
Sebagai khalifah, Utsman memimpin selama 11 tahun (644–656 M). Masa kepemimpinannya ditandai dengan:
Kodifikasi Al-Qur’an: Utsman memerintahkan penyalinan mushaf standar untuk mencegah perbedaan bacaan.
Ekspansi wilayah Islam: Kekuasaan Islam meluas hingga Afrika Utara, Persia, dan sebagian Asia Tengah.
Administrasi pemerintahan: Ia menunjuk banyak gubernur dari keluarga Umayyah, yang kemudian menimbulkan kritik.
Meski menghadapi tantangan politik, Utsman tetap dikenang sebagai pemimpin yang dermawan dan taat beribadah.
Istri dan Anak Utsman bin Affan
Dari pernikahannya, Utsman memiliki beberapa anak, di antaranya:
Aban bin Utsman – kelak menjadi gubernur Madinah.
Amr bin Utsman
Sa’id bin Utsman
Abdullah bin Utsman
Anak-anaknya banyak berperan dalam pemerintahan Islam setelah masa Khulafaur Rasyidin.
Kesimpulan
Utsman bin Affan adalah sosok sahabat Nabi yang dikenal dengan sifat dermawan, jujur, dan taat. Dari tempat lahir Utsman bin Affan di Tha’if, perjalanan hidupnya hingga menjadi khalifah ketiga penuh dengan kontribusi besar bagi Islam. Usia dan umur Utsman bin Affan yang panjang diwarnai dengan kepemimpinan yang membawa ekspansi Islam, meski berakhir dengan tragedi wafat Utsman bin Affan akibat pemberontakan.
Dengan keluarga Utsman bin Affan yang mendukung, serta peran penting istri dan anak Utsman bin Affan, ia meninggalkan warisan besar dalam sejarah Islam. Julukan Dzunnurain menjadi simbol kedekatannya dengan Nabi Muhammad SAW, menjadikannya salah satu tokoh paling berpengaruh sepanjang masa.