Pembahasan tentang bid‘ah hasanah dan bid‘ah dhalalah sering menjadi topik diskusi hangat di kalangan umat Islam. Istilah bid‘ah sendiri kerap dipahami secara berbeda-beda, tergantung sudut pandang keilmuan dan mazhab yang dianut. Ada yang memandang semua bid‘ah sebagai kesesatan, sementara yang lain membaginya menjadi bid‘ah yang baik dan bid‘ah yang tercela. Untuk menghindari kesalahpahaman, penting bagi umat Islam memahami konsep bid‘ah secara utuh, termasuk perbedaan, contoh, serta hukumnya.
Baca juga : Kisah Badar: Bagaimana 313 Pasukan Muslim Mengguncang Dominasi Quraisy

bidah sangat tidak disarankan
Secara umum, pengertian bid‘ah hasanah merujuk pada perkara baru dalam Islam yang tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan sunnah, serta membawa kemaslahatan bagi umat. Bid‘ah jenis ini biasanya berkaitan dengan sarana pendukung ibadah, bukan inti ibadah itu sendiri. Sementara itu, pengertian bid‘ah dhalalah adalah segala bentuk amalan baru dalam agama yang tidak memiliki dasar syariat dan justru menyelisihi tuntunan Rasulullah ﷺ.
Perbedaan pengertian ini menjadi dasar utama dalam memahami mengapa sebagian ulama membagi bid‘ah ke dalam dua kategori, sementara ulama lain memilih menggunakan pendekatan yang lebih ketat dalam menilai bid‘ah.
Baca juga : Jejak Kaum Muhajirin: Dari Penindasan Quraisy hingga Tegaknya Islam di Madinah
Pembahasan mengenai contoh bid‘ah hasanah sering dikaitkan dengan praktik-praktik keagamaan yang muncul setelah wafatnya Rasulullah ﷺ namun memberikan manfaat besar bagi umat. Contohnya adalah pengumpulan mushaf Al-Qur’an dalam satu kitab atau penggunaan media modern untuk dakwah. Praktik-praktik ini tidak dilakukan secara langsung pada masa Nabi, tetapi tetap sejalan dengan prinsip syariat dan bertujuan menjaga agama.
Dalam konteks ini, bid‘ah hasanah dipahami sebagai inovasi dalam hal teknis atau sarana, bukan penambahan ibadah baru yang bersifat ritual murni.
Baca juga : Mengenal Kaum Quraisy: Suku Besar Penjaga Ka’bah dan Penguasa Makkah
Sebaliknya, contoh bid‘ah dhalalah mencakup amalan ibadah yang ditambahkan tanpa dalil yang sah atau bahkan bertentangan dengan ajaran Islam. Misalnya, mengubah tata cara ibadah yang telah ditetapkan atau meyakini adanya keutamaan khusus pada amalan yang tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah ﷺ. Bid‘ah jenis ini dinilai berbahaya karena dapat mengaburkan ajaran Islam yang murni.
Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan untuk selalu berhati-hati dalam mengamalkan sesuatu yang baru dalam urusan ibadah.
Baca juga : Sejarah Masjid Quba, Masjid Pertama yang dibangun Rasulullah.
Perbedaan pandangan mengenai bid‘ah tidak lepas dari pendapat ulama tentang bid‘ah yang beragam. Sebagian ulama membagi bid‘ah menjadi hasanah dan dhalalah berdasarkan dampaknya terhadap syariat. Sementara itu, ada pula ulama yang menegaskan bahwa setiap bid‘ah dalam urusan ibadah adalah sesat, dengan alasan agama telah sempurna dan tidak memerlukan tambahan baru.
Perbedaan ini menunjukkan keluasan ijtihad dalam Islam serta pentingnya memahami konteks pendapat ulama secara menyeluruh.
Baca juga : Hukum Bid‘ah dalam Islam: Pengertian, Dalil, dan Pandangan Ulama
Pembahasan hukum bid‘ah dalam amalan sangat erat kaitannya dengan niat dan bentuk amalan tersebut. Amalan yang memiliki dasar umum dalam syariat dan bertujuan untuk kebaikan umat cenderung dipandang lebih longgar. Namun, jika amalan tersebut mengandung keyakinan baru dalam ibadah yang tidak diajarkan, maka hukumnya menjadi terlarang.
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk selalu merujuk kepada Al-Qur’an, sunnah, dan pemahaman para ulama sebelum mengamalkan suatu praktik keagamaan.
Baca juga : Perkembangan Syiah di Era Globalisasi: Identitas, Tantangan, dan Masa Depan
Pemahaman bid‘ah menurut mazhab juga menunjukkan adanya variasi sudut pandang. Setiap mazhab memiliki pendekatan tersendiri dalam memahami bid‘ah, meskipun tujuan akhirnya sama, yaitu menjaga kemurnian ajaran Islam. Perbedaan ini seharusnya tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan sarana untuk saling belajar dan menghormati perbedaan pendapat.
Baca juga : Perkembangan Syiah di Dunia Islam dan Pengaruhnya terhadap Politik dan Sosial

Menjelaskan bidah bukan berarti memvonis
Memahami bid‘ah hasanah dan bid‘ah dhalalah secara tepat membantu umat Islam bersikap bijak dalam menghadapi perbedaan praktik keagamaan. Tidak semua hal baru otomatis tercela, namun tidak semua inovasi juga dibenarkan dalam ibadah. Dengan pemahaman yang benar, umat Islam dapat menjaga keseimbangan antara mengikuti sunnah dan menghadapi perkembangan zaman tanpa keluar dari koridor syariat.